AC Milan gagal memanfaatkan peluang untuk mendekati Inter Milan di puncak klasemen Serie A 2025/2026. Rossoneri harus puas berbagi angka usai ditahan imbang 1-1 oleh Fiorentina dalam laga pekan ke-20 di Stadion Artemio Franchi, Minggu (11/1/2026) malam WIB.
Hasil ini membuat Milan tetap menjaga rekor tak terkalahkan dalam 19 laga Serie A, namun kembali kehilangan poin penting saat menghadapi tim papan bawah. Fiorentina sendiri datang ke laga ini dengan status juru kunci klasemen.
Allegri: Kesalahan Itu Terulang Lagi
Pelatih AC Milan Massimiliano Allegri mengakui timnya kembali melakukan kesalahan yang sama seperti laga-laga sebelumnya. Pola yang berulang kembali terlihat: bermain terlalu pasif, tertinggal lebih dulu, lalu terburu-buru saat mengejar kemenangan.
Menariknya, Allegri memilih menyalahkan dirinya sendiri ketimbang para pemain.
“Mari kita katakan bahwa mungkin saya tidak memberikan instruksi yang jelas kepada para pemain,” ujar Allegri dikutip dari Milannews.
“Kami tidak tahu apa yang terjadi saat melawan Genoa, dan kami mengulanginya lagi malam ini.”
Milan sempat mendapat momentum setelah Christopher Nkunku mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-90. Namun alih-alih tenang, Rossoneri justru tampil tergesa-gesa di sisa waktu pertandingan.
“Masih ada tujuh menit, itu waktu yang cukup lama. Kami berhasil menyamakan skor, tetapi kemudian terburu-buru. Kami perlu lebih tenang untuk menciptakan peluang dan memenangkan pertandingan,” jelas Allegri.
Masalah Lama Lawan Tim Papan Bawah
Hasil imbang ini menambah daftar laga Milan yang tersendat saat menghadapi tim-tim kecil. Sebelumnya, Rossoneri juga kesulitan melawan Cremonese, Pisa, Parma, Sassuolo, dan Genoa.
Kondisi ini membuat Milan belum bisa merasa aman dalam persaingan empat besar.
“Kami masih sangat jauh dari kata aman. Dari sekarang hingga akhir musim, kami masih membutuhkan sekitar 34–36 poin lagi untuk memastikan tiket Liga Champions,” tegas Allegri.
Rotasi Allegri Jadi Sorotan
Pilihan susunan pemain Allegri juga menuai tanda tanya. Meski Milan hanya fokus di Serie A, Allegri melakukan rotasi besar-besaran dengan menyimpan sejumlah pemain inti seperti Rafael Leao, Luka Modric, Davide Bartesaghi, dan Adrien Rabiot.
Beberapa starter lapis kedua tampil di bawah ekspektasi, termasuk Ardon Jashari dan Pervis Estupinan.
“Apa yang terjadi dengan Estupinan? Dia melakukan beberapa hal bagus, tapi juga beberapa yang tidak bagus. Hal yang sama berlaku untuk pemain lainnya,” kata Allegri.
Ia juga menyoroti lini tengah yang benar-benar baru dan belum solid.
“Lini tengah hari ini benar-benar baru dan ini pertama kalinya mereka bermain bersama.”
Allegri menegaskan rotasi tetap diperlukan mengingat padatnya jadwal dan kondisi pemain.
“Kami membutuhkan semua orang. Kami tidak bisa terus bermain dengan 11 pemain yang sama.”
“Rabiot tidak enak badan setelah laga melawan Genoa, jadi saya memutuskan menyimpannya.”
“Kami punya banyak pemain bagus. Kualitas skuad ini sangat baik, dan perubahan tetap diperlukan, terutama di periode padat seperti sekarang,” tutup Allegri.