SPORT

BYD Bangun Jaringan Sirkuit Segala Medan, Perkuat Pengujian dan Budaya Kendaraan Listrik

byd sirkuit

JakartaBYD tak hanya fokus membangun kendaraan listrik, tetapi juga mengembangkan ekosistem pengalaman yang memungkinkan teknologi New Energy Vehicle (NEV) diuji, dipahami, dan dirasakan langsung oleh publik.

Pendekatan tersebut tercermin melalui pengembangan sirkuit segala medan BYD yang kini diperluas ke berbagai wilayah di China. Setelah lebih dulu meresmikan Sirkuit All-Terrain BYD Zhengzhou, pabrikan asal China ini memastikan dua fasilitas serupa akan segera hadir di Hefei dan Shaoxing.

Kehadiran lebih dari satu sirkuit menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar eksperimen sesaat, melainkan bagian dari strategi jangka panjang BYD dalam menyempurnakan teknologi NEV berbasis pengalaman nyata, bukan hanya simulasi laboratorium.

Sirkuit Shaoxing Jadi Pusat Uji Medan Ekstrem

Dari ketiga lokasi tersebut, Shaoxing menjadi salah satu yang paling menyita perhatian. Area off-road di kawasan ini mencakup lahan seluas 2.000 hektar dan berada di ketinggian sekitar 500 meter di atas permukaan laut.

Karakter geografis tersebut sengaja dirancang untuk memperluas spektrum pengujian kendaraan listrik, mulai dari kemampuan traksi, distribusi torsi, hingga konsistensi manajemen energi dalam kondisi ekstrem.

Medan dengan variasi elevasi dan kontur alami ini memungkinkan BYD menguji performa kendaraan secara lebih realistis—sesuatu yang sulit direplikasi secara artifisial di lingkungan tertutup.

Uji Nyata, Bukan Sekadar Data Laboratorium

Keberadaan jaringan sirkuit segala medan ini mencerminkan kekuatan BYD dalam mengembangkan teknologi secara menyeluruh. Perusahaan tidak hanya merancang kendaraan, tetapi juga menguji dan menyempurnakannya langsung di berbagai kondisi dunia nyata.

Pendekatan tersebut memastikan teknologi yang diterapkan mampu bekerja secara konsisten di lintas medan dan iklim.

“Pendekatan ini mencerminkan kekuatan vertical integration BYD dalam menghadirkan teknologi yang konsisten, aman, dan dapat diandalkan,” ujar Eagle Zhao, Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, dalam keterangan resmi, Kamis (15/1/2026).

“Teknologi yang ditampilkan juga dirancang untuk beradaptasi dengan beragam kondisi jalan dan kebutuhan mobilitas, sehingga relevan untuk pasar seperti Indonesia yang memiliki karakter geografis yang beragam,” tambahnya.

Bangun Budaya Motorsport Berbasis NEV

Tak hanya fokus pada aspek teknis, BYD juga membawa misi budaya melalui pengembangan sirkuit ini. Bersama Federation of Automobile and Motorcycle Sports of China (CAMF), BYD resmi meluncurkan program bertajuk “Skema Lintasan Baru”.

Program ini bertujuan memperkenalkan dunia balap kepada masyarakat luas, sekaligus membuka jalan bagi pertumbuhan motorsport berbasis kendaraan listrik.

Targetnya cukup ambisius, yakni menjangkau 1 juta orang dan membina 100 pembalap profesional, sehingga ekosistem balap NEV dapat tumbuh secara terstruktur dan berkelanjutan.

“Sirkuit BYD akan mempercepat profesionalisasi acara balap NEV di Tiongkok dan membentuk kembali budaya otomotif Tiongkok,” kata Guojun Zhan, Presiden CAMF.

Lebih dari Sekadar Lintasan Uji

Sirkuit segala medan BYD bukan sekadar kumpulan lintasan pengujian, melainkan representasi penataan ulang pengalaman berkendara kendaraan listrik secara kolektif.

Dengan memadukan teknologi mutakhir, fasilitas profesional, serta skenario ekstrem yang nyata namun tetap mudah diakses, sirkuit ini menjadi ajang pamer inovasi sekaligus sarana edukasi publik.

Melalui pengujian ekstrem dan beragam skenario berkendara, setiap komponen kendaraan diuji agar mampu bekerja secara stabil, adaptif, dan konsisten di dunia nyata bukan hanya ideal di atas kertas.