Pebalap sepeda putri Indonesia, Ayustina Delia Priatna, tampil gemilang di ajang SEA Games 2025 yang digelar di Thailand. Atlet andalan Merah Putih ini berhasil membawa pulang tiga medali, terdiri dari satu emas dan dua perunggu, sekaligus menjadi modal penting dalam persiapannya menuju Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang.
Prestasi tersebut melampaui target awal yang diberikan tim pelatih. Ayustina awalnya hanya ditargetkan meraih satu medali emas, namun performa konsistennya di berbagai nomor membuatnya sukses mencetak capaian lebih tinggi.
Emas dari Nomor Individual Time Trial
Medali emas Ayustina diraih dari nomor Road Race – Individual Time Trial (ITT). Dalam perlombaan tersebut, ia mencatatkan waktu 59 menit 18 detik, unggul dari pesaing terberatnya, atlet tuan rumah Thailand.
Keberhasilan ini menegaskan kualitas Ayustina sebagai salah satu pebalap sepeda terbaik di Asia Tenggara, terutama di nomor balap jalan raya yang membutuhkan kekuatan fisik dan strategi matang.
Selain emas, Ayustina juga meraih dua medali perunggu, masing-masing dari nomor Individual Road Race dan Cycling Track – Women’s Scratch. Tampil di tiga nomor berbeda menunjukkan fleksibilitas dan daya saing tinggi yang dimilikinya.
Sambutan Meriah Saat Pulang ke Indonesia
Setelah menyelesaikan seluruh nomor yang diikutinya, Ayustina baru kembali ke Tanah Air pada Sabtu, 20 Desember 2025. Kepulangannya bersama para atlet sepeda track mendapat sambutan meriah dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), NOC Indonesia, serta Indonesia Cycling Federation (ICF).
Acara penyambutan berlangsung hangat dan penuh apresiasi, bahkan diiringi alunan tanjidor sebagai bentuk penghormatan atas prestasi para atlet.
Ayustina: Melebihi Target dan Penuh Rasa Syukur
Ayustina mengaku sangat bersyukur atas pencapaiannya di SEA Games 2025. Ia merasa puas karena mampu menyumbangkan medali di setiap nomor yang diikuti.
“Alhamdulillah senang dan puas karena di setiap nomor bisa mendapat medali. Target dari pelatih hanya satu emas di ITT, tapi alhamdulillah yang lain juga dapat, jadi melebihi target,” ujar Ayustina kepada wartawan.
Ia juga mempersembahkan prestasi tersebut untuk kedua orang tuanya yang selalu memberikan dukungan, serta untuk Ketua ICF, Listyo Sigit Prabowo, dan jajaran pelatih.
“Ini SEA Games kelima saya dan emas kedua sepanjang keikutsertaan di SEA Games. Medali ini saya persembahkan untuk mama, untuk ICF, Pak Ketua Listyo Sigit, dan para pelatih,” tambahnya.
Fokus Selanjutnya: Asian Games 2026
Usai sukses di SEA Games 2025, Ayustina tidak ingin berpuas diri. Ia langsung mengalihkan fokus ke target berikutnya, yakni Asian Games 2026 yang akan digelar di Nagoya, Jepang.
“Event terdekat yang jadi fokus saya ke depan adalah Asian Games 2026,” ujarnya singkat.
Harapan besar pun disematkan agar Ayustina mampu kembali mengharumkan nama Indonesia di level Asia.
Kontribusi Besar Balap Sepeda untuk Indonesia
Secara keseluruhan, cabang olahraga balap sepeda menyumbangkan tiga emas, empat perak, dan empat perunggu bagi kontingen Indonesia di SEA Games 2025. Capaian tersebut berperan penting dalam mengantarkan Indonesia finis di peringkat kedua klasemen medali.
Komite Manajemen ICF, Brigjen Pol Moh Irhamni, menyampaikan apresiasi atas kerja keras para atlet, khususnya Ayustina yang disebut sebagai “wonder woman” balap sepeda Indonesia.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kerja keras seluruh atlet. Ayustina memberikan satu emas dan dua perunggu, sebuah kontribusi luar biasa,” ujarnya.
Irhamni juga meminta para atlet segera mengalihkan fokus untuk mempersiapkan diri menghadapi Asian Games 2026, dengan harapan cabang sepeda kembali menjadi penyumbang medali bagi Indonesia.