Sepak Bola

Cedera Dani Olmo Jadi Pukulan Berat untuk Barcelona Setelah Kemenangan atas Atletico Madrid

BARCELONA

Barcelona berhasil meraih kemenangan penting atas Atletico Madrid pada laga lanjutan Liga Spanyol 2025-2026. Pertandingan yang berlangsung di Camp Nou pada Rabu 3 Desember 2025 dini hari WIB itu berakhir manis bagi Blaugrana. Namun, kemenangan tersebut harus dibayar mahal setelah Dani Olmo mengalami cedera serius saat mencetak gol kedua.

Olmo terjatuh saat proses penyelesaian akhirnya, tepat setelah ia menembakkan bola melewati kiper Atletico Madrid, Jan Oblak. Ia mendarat dengan posisi yang salah dan langsung terlihat menahan rasa sakit yang sangat kuat di bagian bahu. Pelatih Barcelona, Hansi Flick, tidak punya pilihan selain menariknya keluar dari lapangan.

Laporan dari Sport mengonfirmasi bahwa cedera tersebut adalah dislokasi bahu yang membuatnya harus absen hingga akhir tahun 2025. Ini menjadi kabar buruk bagi Barcelona yang sedang dalam performa impresif di kompetisi domestik.

Dislokasi Bahu dan Potensi Operasi

Cedera yang dialami Olmo bukan cedera ringan. Dislokasi bahu sering kali memerlukan penanganan khusus dan dalam beberapa kasus membutuhkan tindakan operasi. Perkiraan waktu pemulihan minimum adalah tiga minggu. Namun, Barcelona tidak berharap Olmo kembali sebelum jeda musim dingin.

Kekhawatiran semakin besar karena ini bukan kali pertama pemain berusia 27 tahun itu mengalami masalah pada bahunya. Pada tahun 2023, ia pernah mengalami dislokasi pada bahu kirinya dan harus absen selama dua bulan setelah menjalani operasi. Cedera berulang ini memunculkan kekhawatiran akan stabilitas bahu dan risiko kambuh dalam jangka panjang.

Barcelona Kehilangan Sosok Kunci di Lini Serang

Musim ini, Dani Olmo berada dalam performa terbaiknya. Ia berhasil mencetak dua gol ke gawang Alaves dan kembali menunjukkan kualitasnya lewat satu gol ke gawang Atletico Madrid. Sayangnya, performa gemilang tersebut harus terhenti akibat cedera.

Kondisi skuad Barcelona semakin sulit karena Fermin Lopez juga masih absen. Dengan demikian, satu-satunya gelandang serang natural yang tersisa adalah Dro Fernandez. Pemain muda berusia 17 tahun itu kemungkinan besar akan menjadi andalan ketika Barcelona menghadapi Real Betis pada akhir pekan.

Opsi Taktik Hansi Flick

Kondisi darurat ini memaksa Hansi Flick mempertimbangkan berbagai opsi taktik untuk menjaga keseimbangan tim:

  1. Memajukan Pedri ke posisi gelandang serang dengan dukungan Frenkie de Jong dan Eric Garcia di lini tengah. Opsi ini memungkinkan Barcelona tetap mempertahankan kreativitas tanpa banyak perubahan struktur permainan.
  2. Menempatkan Raphinha sebagai gelandang serang, sehingga Marcus Rashford bisa kembali mengisi posisi sayap. Fleksibilitas ini memberi pilihan lain bagi Barcelona untuk mempertahankan intensitas serangan.

Kehilangan Dani Olmo tentu menjadi ujian besar bagi Barcelona yang masih berada di puncak klasemen La Liga. Dengan jadwal pertandingan padat menjelang akhir tahun, kedalaman skuad menjadi faktor penting. Barcelona harus menemukan solusi cepat agar tetap kompetitif di tengah tekanan cedera yang menimpa para pemain kunci.