Uncategorized

Debut John Herdman di Timnas Indonesia Dinilai Perlu Realistis, Ini Kata Pengamat

John Herdman

Lunasport.net – John Herdman akan memulai tugas perdananya sebagai pelatih Timnas Indonesia pada ajang FIFA Series 2026 yang digelar pada 23–31 Maret 2026.

Turnamen tersebut menjadi momen awal bagi pelatih asal Kanada itu untuk mengenal lebih dekat skuad Garuda yang akan ia tangani. Indonesia sendiri menjadi salah satu tuan rumah pada agenda internasional FIFA tersebut.

Namun, pengamat sepak bola nasional M Kusnaeni meminta publik bersikap realistis dalam menyambut debut Herdman.

Jangan Terlalu Tinggi Berekspektasi

Menurut Kusnaeni, Herdman membutuhkan waktu untuk memahami karakter pemain Timnas Indonesia serta menerapkan pendekatan permainan sesuai filosofi kepelatihannya.

“Kita tidak bisa terlalu tinggi berekspektasi Herdman langsung melakukan perubahan di FIFA Series,” ujar Kusnaeni, Jumat (16/1/2026), dikutip dari Kompas TV.

“Ini event pertama dia, dan dia belum bertemu dengan para pemain,” tambah sosok yang akrab disapa Bung Kus tersebut.

Ia menilai, pada fase awal ini, Herdman sebaiknya memanfaatkan turnamen sebagai ajang membangun komunikasi dan memahami kondisi tim secara menyeluruh, bukan sekadar mengejar hasil instan.

Tantangan Adaptasi Kultur Sepak Bola

Bung Kus juga menyoroti latar belakang Herdman yang selama ini lebih banyak berkarya di Amerika Utara, baik bersama tim nasional Kanada maupun di level klub.

Perbedaan kultur sepak bola, intensitas kompetisi, hingga karakter pemain disebut menjadi tantangan tersendiri saat menangani Timnas Indonesia.

“Penting bagi publik untuk menyadari bahwa event pertama itu menjadi tantangan yang tidak mudah bagi seorang pelatih, apalagi datang dari kultur yang berbeda,” ujarnya.

“Dia selama ini banyak berada di Amerika Utara, dengan level kompetisi dan persaingan yang tentu berbeda dengan di Indonesia,” lanjut Bung Kus.

timnas indonesia

Lawan Beragam Jadi Ujian Awal Herdman

Pada FIFA Series 2026, Timnas Indonesia dijadwalkan menghadapi Bulgaria, Saint Kitts dan Nevis, serta Yunani.

Ketiga tim tersebut berasal dari benua berbeda dan memiliki karakter permainan yang beragam, sehingga menjadi ujian awal yang cukup kompleks bagi Herdman.

“Ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Herdman di kesempatan pertama memegang timnas,” kata Bung Kus.

“Kita menghadapi lawan-lawan dari benua berbeda dengan cara bermain yang berbeda, sementara dia baru beradaptasi dengan para pemain yang kemungkinan baru ditemui menjelang FIFA Series,” tambahnya.

Publik Diminta Beri Ruang

Menutup pernyataannya, Bung Kus kembali mengingatkan agar publik dan pencinta sepak bola nasional tidak membebani Herdman dengan ekspektasi berlebihan.

“Publik harus menahan ekspektasi. Beri ruang dan kesempatan bagi Herdman untuk membangun tim dan menerapkan filosofi sepak bolanya,” pungkasnya.