Lunasport.net – Mantan pemain Real Madrid, Luka Modric, kembali membagikan kisah menarik dari perjalanannya bersama klub raksasa Spanyol tersebut. Dalam wawancara terbaru, gelandang asal Kroasia itu mengungkap pengalaman uniknya bekerja di bawah arahan Jose Mourinho, termasuk satu momen emosional saat Cristiano Ronaldo menangis di ruang ganti.
Cerita tersebut memperlihatkan sisi tegas sekaligus humanis Mourinho, serta bagaimana standar tinggi diterapkan tanpa pandang bulu di ruang ganti Real Madrid.
Modric dan Jose Mourinho di Era Awal Real Madrid
Luka Modric bergabung dengan Real Madrid pada tahun 2012, bertepatan dengan periode kepelatihan Jose Mourinho. Saat itu, Los Blancos tengah berusaha mematahkan dominasi Barcelona asuhan Pep Guardiola di kompetisi LaLiga.
Meski sempat mengalami masa adaptasi yang sulit, Modric perlahan berkembang dan menjadi salah satu pilar penting di lini tengah Madrid.
“Istimewa. Sebagai pelatih dan sebagai pribadi. Dialah yang menginginkan saya di Real Madrid,” ujar Modric kepada Corriere della Sera, dikutip dari Mundo Deportivo.
“Tanpa Mourinho, saya tidak akan pernah berhasil. Saya menyesal hanya memilikinya selama satu musim.”
Kepercayaan Mourinho terbukti krusial dalam perjalanan karier Modric. Meski hanya bekerja sama dalam waktu singkat, fondasi mental dan profesionalisme yang dibangun Mourinho turut mengantarkan Modric pada era tersukses Real Madrid, termasuk raihan gelar LaLiga, Liga Champions, dan berbagai trofi domestik serta Eropa.

Momen Mourinho Membuat Cristiano Ronaldo Menangis
Salah satu kisah paling mencuri perhatian adalah saat Modric mengenang momen emosional Cristiano Ronaldo di ruang ganti.
“Mourinho. Saya melihat dia membuat Cristiano Ronaldo menangis di ruang ganti,” ungkap Modric.
“Seorang pemain yang selalu memberikan segalanya di lapangan, tetapi untuk satu momen, dia tidak mengejar bek sayap lawan. Mourinho langsung menegurnya.”
Menurut Modric, Mourinho dikenal sebagai pelatih yang sangat lugas dan tidak pernah membedakan perlakuan antara pemain bintang dan pemain baru.
“Dia memperlakukan Sergio Ramos dan pemain baru dengan cara yang sama. Jika dia ingin mengatakan sesuatu kepada Anda, dia akan mengatakannya,” lanjutnya.
Modric juga menyamakan gaya Mourinho dengan pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, yang menurutnya memiliki prinsip serupa.
“Kejujuran adalah hal yang mendasar,” tegas Modric.
Kisah ini semakin menegaskan reputasi Mourinho sebagai pelatih keras, tetapi adil dan transparan, yang selalu menuntut disiplin maksimal dari seluruh pemainnya.
Carlo Ancelotti, Pelatih Terbaik Versi Luka Modric
Selain Jose Mourinho, Luka Modric juga memberikan pujian setinggi langit kepada Carlo Ancelotti, yang ia sebut sebagai pelatih terbaik sepanjang kariernya.
“Carlo adalah nomor satu. Sulit menemukan kata-kata yang tepat,” ujar Modric.
“Bukan hanya karena kualitasnya sebagai pelatih, tetapi karena karakternya.”
Modric menilai Ancelotti memiliki pendekatan yang sangat personal dan penuh kepercayaan kepada para pemainnya. Ia bahkan mengenang momen sederhana namun bermakna saat Ancelotti mengajaknya makan malam dan berbincang panjang tentang kehidupan.
“Kami berbicara tentang sepak bola, tentang keluarga, tentang kehidupan. Biasanya pelatih tidak sepenuhnya mempercayai pemain mereka, tetapi dia mempercayainya,” kata Modric.
Kepercayaan dan pendekatan humanis Ancelotti disebut menjadi salah satu faktor utama yang membuat Modric mampu tampil konsisten dan meraih kesuksesan besar bersama Real Madrid hingga usia senja.
src : detik