Lunasport.net – Aston Villa harus menelan kekalahan mengejutkan saat menjamu Everton pada pekan ke-22 Liga Inggris 2025–2026. Bermain di Villa Park, Minggu (18/1/2026) malam WIB, tim tuan rumah kalah dengan skor tipis 0–1.
Meski tampil dominan sepanjang pertandingan, Aston Villa gagal mengonversi peluang menjadi gol. Everton justru tampil lebih efektif dengan mencetak gol tunggal melalui Thierno Barry pada menit ke-59.
Kekalahan ini menjadi yang kelima bagi Aston Villa musim ini. Namun, hasil tersebut belum menggeser posisi mereka di klasemen sementara. Skuad asuhan Unai Emery tetap bertahan di peringkat ketiga dengan koleksi 43 poin, jumlah yang sama dengan Manchester City di posisi kedua.
Villa sejatinya memiliki peluang besar untuk memperbaiki posisi di papan atas. Pada laga sebelumnya, Manchester City takluk 0–2 dari Manchester United, sementara Arsenal gagal meraih kemenangan usai ditahan imbang Nottingham Forest 0–0. Namun, kekalahan dari Everton membuat Villa gagal memanfaatkan situasi tersebut.
Emery Frustrasi, Villa Disebut Bukan Kandidat Lima Besar
Usai pertandingan, Unai Emery tampak frustrasi saat menjalani wawancara dengan Sky Sports. Pelatih asal Spanyol itu bahkan hanya memberikan jawaban singkat ketika ditanya soal peluang Aston Villa bersaing di papan atas Liga Inggris.
“Kami bukan kandidat untuk masuk lima besar. Kami masih belum menjadi kandidat,” ujar Emery.
Ia menambahkan bahwa masih ada beberapa tim lain yang dinilai memiliki potensi lebih besar dibanding Aston Villa untuk bersaing di level tertinggi.
Pernyataan Emery tersebut memicu tanda tanya, termasuk dari mantan pemain Aston Villa, Ashley Young. Dalam siaran Sky Sports, Young menilai respons Emery terlihat janggal dan mengindikasikan adanya tekanan besar di internal tim.
“Dia terlihat sangat marah. Mungkin karena cedera yang terus bertambah, termasuk John McGinn, serta absennya Boubacar Kamara dan Amadou Onana,” ujar Young.
Ia juga menduga kekecewaan Emery berkaitan dengan keputusan klub melepas Donyell Malen ke AS Roma.
“Apakah ini karena penjualan Donyell Malen? Apakah karena dia sudah menyampaikan ke pemilik klub bahwa dia butuh lebih banyak pemain?” lanjutnya.
Young menilai pernyataan Emery tidak lazim karena seharusnya fokus pada performa tim dan peluang memangkas jarak poin dengan Arsenal.
“Mengatakan ada lima tim dengan potensi lebih besar itu terasa aneh,” tambahnya.
Kepergian Donyell Malen Jadi Sorotan
Keputusan Aston Villa melepas Donyell Malen ke AS Roma pada pekan lalu memang menuai kritik. Transfer tersebut dilakukan dengan skema pinjaman disertai opsi pembelian dan diselesaikan menjelang laga kontra Everton.
Kepergian Malen membuat opsi serangan Villa semakin terbatas. Unai Emery kini lebih bergantung pada Ollie Watkins dan Morgan Rogers, sementara kedalaman skuad di bangku cadangan dinilai menurun drastis.
Presenter Sky Sports, Chris Sutton, mempertanyakan waktu penjualan Malen yang dinilai kurang tepat, terlebih Villa belum mendapatkan pengganti sepadan.
“Satu hal yang tidak saya mengerti, mengapa menjual Malen di awal bulan ini ketika belum ada pengganti?” ujar Sutton.
“Dia memberikan dampak besar dalam banyak pertandingan Aston Villa musim ini.”
Pandangan serupa disampaikan Jamie Redknapp yang menilai kepergian Malen meninggalkan celah besar dalam skuad.
“Penjualan Malen di tengah pekan terasa sangat aneh. Jika melihat bangku cadangan hari ini, mereka benar-benar tidak memiliki banyak pilihan,” kata Redknapp.
Kekalahan dari Everton dan respons emosional Unai Emery kini menambah tekanan bagi Aston Villa, yang tengah berjuang menjaga konsistensi di tengah persaingan ketat papan atas Liga Inggris.