Sepak Bola

John Herdman Ungkap Kelemahan Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026

John Herdman

Lunasport.net, Jakarta – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, secara terbuka mengungkap kelemahan utama Skuad Garuda menjelang Piala AFF 2026 atau ASEAN Championship 2026. Pernyataan itu disampaikan usai dirinya menghadiri agenda drawing ASEAN Championship 2026 di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Hasil undian menempatkan Timnas Indonesia di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, serta pemenang laga playoff antara Timor Leste vs Brunei Darussalam.

Meski dinilai tidak tergabung dalam grup neraka, Herdman menegaskan bahwa timnya masih memiliki pekerjaan rumah besar sebelum turnamen dimulai.

Minim Waktu Kebersamaan Jadi Masalah Utama

Menurut Herdman, kelemahan paling krusial Timnas Indonesia saat ini adalah kurangnya waktu kebersamaan antarpemain.

Situasi tersebut tidak lepas dari dinamika pemanggilan pemain yang terus berubah di setiap jendela internasional, terutama selama rangkaian kualifikasi Piala Dunia.

“Kebersamaan waktu. Ketika Anda terus mengumpulkan pemain di berbagai jendela internasional dan selalu ada wajah baru, mereka tidak punya cukup waktu untuk benar-benar berjuang bersama,” ujar Herdman.

Kondisi ini berdampak pada proses pembentukan chemistry, pemahaman taktik, serta ikatan emosional antar pemain di dalam tim nasional.

Herdman: Timnas Indonesia Sudah Lewati Fase Sulit

Meski mengakui adanya kekurangan, Herdman optimistis Timnas Indonesia kini sudah melewati fase tersulit.

Pelatih kelahiran Consett, Inggris, 19 Juli 1975 itu menilai skuad saat ini jauh lebih matang dibandingkan periode sebelumnya.

“Mereka sebelumnya tidak punya cukup waktu untuk menderita bersama, membangun chemistry, dan memahami arti membela negara di hadapan para suporter,” jelas Herdman.

“Namun sekarang mereka sudah melewati fase itu,” tambahnya.

Tak Ada Alasan Gagal di Piala AFF 2026

Dengan kondisi skuad yang semakin solid, Herdman menegaskan bahwa tidak ada lagi alasan bagi Timnas Indonesia untuk gagal bersaing di ASEAN Championship 2026.

Ia menyebut Indonesia kini memiliki kombinasi talenta pemain, pengalaman kepelatihan, dan hasrat besar untuk meraih prestasi.

“Tidak ada lagi alasan. Kami punya talenta, kami punya pengalaman kepelatihan, dan saya benar-benar percaya kami memiliki dorongan kuat dari dalam untuk membawa kesuksesan bagi Indonesia,” tegasnya.

Vietnam Jadi Lawan Terberat di Grup A

Di atas kertas, Vietnam menjadi ujian terberat Timnas Indonesia di Grup A.

The Golden Stars datang dengan status juara bertahan Piala AFF 2024 dan memiliki konsistensi kuat di bawah pelatih Kim Sang-sik.

Catatan pertemuan juga kurang menguntungkan bagi Indonesia. Dalam tiga edisi terakhir Piala AFF, Skuad Garuda belum pernah meraih kemenangan atas Vietnam.

Fakta tersebut menjadikan duel Indonesia vs Vietnam sebagai salah satu laga paling krusial di fase grup.

Singapura Juga Tak Bisa Diremehkan

Selain Vietnam, Singapura dinilai sebagai ancaman serius lainnya.

Singapura menjadi tim ASEAN pertama yang memastikan lolos ke Piala Asia 2027, menyusul Timnas Indonesia.

Di bawah arahan pelatih muda Gavin Lee, Singapura dikenal sebagai tim yang disiplin dan memiliki organisasi permainan yang solid, sehingga berpotensi merepotkan lawan-lawannya.

Format Turnamen dan Ambisi Besar Indonesia

ASEAN Championship 2026 dijadwalkan berlangsung pada 24 Juli hingga 26 Agustus 2026.

Fase grup menggunakan sistem round robin, di mana setiap tim bertemu satu kali. Dua tim terbaik dari masing-masing grup akan melaju ke babak semifinal.

Sejak pertama kali digelar pada 1996, Timnas Indonesia belum pernah meraih gelar juara Piala AFF. Prestasi terbaik Garuda adalah enam kali menjadi finalis.

Dalam dua edisi terakhir, langkah Indonesia juga belum memuaskan, yakni semifinal pada 2022 dan gugur di fase grup pada 2024.

Dengan materi pemain yang semakin matang dan kepercayaan diri dari sang pelatih, publik kini menaruh harapan besar agar Piala AFF 2026 menjadi momentum kebangkitan Timnas Indonesia.