Sepak Bola

Jude Bellingham Bantah Jadi Penyebab Kepergian Xabi Alonso dari Real Madrid

Xabi Alonso real madrid

Lunasport.net – Gelandang Real Madrid, Jude Bellingham, akhirnya angkat bicara menanggapi tudingan yang menyebut dirinya sebagai salah satu penyebab kepergian Xabi Alonso dari kursi pelatih Los Blancos.

Bellingham membantah keras kabar tersebut dan menilai isu yang berkembang di publik sebagai informasi menyesatkan.

Kepergian Xabi Alonso dari Real Madrid terjadi pada Senin (12/1/2026) waktu setempat, hanya sehari setelah Madrid kalah 2-3 dari Barcelona di final Piala Super Spanyol 2026 yang digelar di Jeddah, Arab Saudi.

Kekalahan tersebut diyakini menjadi pemicu hilangnya kepercayaan manajemen terhadap Alonso, yang kemudian memutuskan mengakhiri kerja sama dengan pelatih asal Spanyol itu.

Isu Retaknya Ruang Ganti Madrid

Tak lama setelah pemecatan Alonso, muncul spekulasi soal ketegangan di ruang ganti Real Madrid. Sejumlah laporan media Eropa menyebut adanya konflik antara Alonso dan beberapa pemain kunci.

Media The Athletic dan ESPN mengklaim bahwa Jude Bellingham, Vinicius Junior, serta Federico Valverde disebut-sebut tidak sepenuhnya sejalan dengan pendekatan taktik Alonso.

Ketiga pemain tersebut dilaporkan mempertanyakan ide-ide permainan sang pelatih serta meragukan kemampuannya mengelola tim di tengah ketatnya persaingan LaLiga musim ini.

Isu tersebut dengan cepat menyebar luas dan menyeret nama Bellingham sebagai salah satu figur sentral dalam konflik internal Madrid.

Bellingham: Itu Omong Kosong

Setelah cukup lama memilih diam, Jude Bellingham akhirnya memberikan respons tegas. Ia mengungkapkan kekesalannya terhadap pihak-pihak yang menyebarkan klaim tersebut dan menegaskan bahwa tuduhan itu sama sekali tidak benar.

“Sampai sekarang saya sudah terlalu sering membiarkan hal-hal seperti ini berlalu begitu saja,” ujar Bellingham, dikutip dari Goal Internasional.

“Saya selalu berharap kebenaran akan muncul pada waktunya. Tapi jujur saja, ini sungguh omong kosong.”

Bellingham juga menyoroti peran media dan sumber anonim yang dinilainya menyebarkan informasi tanpa dasar demi sensasi.

“Saya benar-benar merasa kasihan kepada orang-orang yang mempercayai setiap kata dari badut-badut ini dan ‘sumber’ mereka,” lanjutnya.

“Jangan percaya semua yang Anda baca. Sesekali orang-orang seperti ini perlu dimintai pertanggungjawaban karena menyebarkan informasi yang menyesatkan dan merusak demi klik dan kontroversi,” tegas pemain timnas Inggris tersebut.